Melihat fungsi harddisk yang tidak saja sebagai sarana penyimpan data atau file, namun juga merupakan media yang digunakan untuk menginstal sistem operasi Windows, maka perawatan terhadap hardware tersebut dapat menjadi suatu hal yang utama. Jika harddisk mengalami kerusakan, maka bukan tidak mungkin sistem operasi yang Sahabat gunakan tidak bisa dioperasikan sebagaimana mestinya.

Untuk menghindari atau mengantisipasi kerusakan pada harddisk, Sahabat bisa melakukan pemeriksaan untuk mendeteksi adanya error atau tidak. Ikuti langkah-langkah berikut:

  1. Tekan tombol “Start > Computer”.
  2. Selanjutnya muncul ke hadapan Sahabat jendela Computer yang menampilkan deretan drive harddisk. Pilih salah satu drive harddisk yang akan di cek, kemudian klik kanan dan pilih opsi “Properties”.
  3. Pada kotak dialog Properties pilihlah opsi “Tools”. Lalu tekan tombol “Check now” yang terdapat pada kotak “Error-checking”.

  4. Setelah kotak dialog Check Disk muncul, biarkan kotak cek “Automatically fix file system errors” dan “Scan for and attempt recovery of bad sectors” dalam kondisi tidak tercentang. Lalu tekan tombol “Start”. Tunggulah hingga proses pengecekan berlangsung.

  5. Apabila proses pengecekan error pada harddisk telah usai, secara otomatis muncul kotak dialog yang menginformasikan bahwa proses pengecekan telah selesai.
  6. Untuk melihat laporan pengecekan untuk melihat kondisi hardisk apakah ada kerusakan atau error, sorot pada bagian “See details”.

Windows 7 menyediakan bermacam tombol shortcut yang dapat digunakan atau dimanfaatkan untuk meningkatkan efisiensi kerja Sahabat sehingga menjadi lebih cepat dan praktis. Berdasarkan fungsinya, tombol shortcut dirancang sebagai tombol pintas untuk mengakses file, folder, atau program tertentu secara cepat tanpa harus melalui fasilitas Start Menu. Dalam tulisan kali ini akan dibahas beberapa tombol shortcut yang umum digunakan pada Windows 7. Dari pengalaman penulis semua shortcut ini berfungsi apabila pengaturan Windows masih dalam keadaan default. Apabila sudah diotak-atik atau tweaking sebagian saja yang masih berfungsi.😀

  1. Windows + Panah Atas ()

    Sahabat bisa memperbesar ukuran jendela aplikasi yang sedang aktif secara cepat dan mudah dengan menekan tombol Windows + Panah Atas () pada keyboard. Tombol ini akn menjadikan jendela tampil dalam ukuran maksimal (Maximize) atau fullscreen.

  2. Windows + Panah Bawah ()

    Apabila jendela yang Sahabat buka sudah dalam keadaan ukuran Maximize, dengan menekan tombol Windows + Panah Bawah () maka ukuran jendela aplikasi tersebut akan dipulihkan (restore) dan akan berubah menjadi minimize jika tombol ini ditekan sekali lagi.

  3. Windows + Panah Kiri ()

    Tombol ini digunakan untuk menggeser jendela ke sebelah kiri layar. Jika Sahabat tombol Windows + Panah Kiri () ditekan secara terus-menerus, maka apabila jendela terus bergerak ke arah kiri hingga meninggalkan layar. Selanjutnya, jendela akan muncul kembali di layar melalui sisi sebelah kanan hingga posisinya semula.

  4. Windows + Panah Kanan ()

    Tombol shortcut Windows + Panah Kanan () ini kebalikan dari tombol shortcut Windows + Panah Kiri (). Tombol Windows + Panah Kanan () digunakan untuk menggeser jendela ke sisi kanan layar.

  5. Windows + M

    Apabila Sahabat membuka banyak jendela dalam satu layar, dengan menekan tombol Windows + M maka semua jendela yang aktif akan menjadi tersembunyi (Minimize).

  6. Windows + Shift + M

    Kebalikan dari tombol Windows + M, untuk menampilkan kembali semua jendela aplikasi yang terbuka Sahabat cukup menekan tombol pintas Windows + Shift + M pada keyboard.

  7. Windows + Spasi

    Sahabat bisa melihat desktop tanpa harus menyembunyikan atau menutup jendela aplikasi yang sedang terbuka. Caranya, tekan tombol Windows + Spasi maka semua jendela akan menjadi transparan dan tampilan desktop langsung terlihat di layar monitor Sahabat.

  8. Tombol F5

    Penggunaan komputer dalam jangka waktu yang cukup lama dapat menyebabkan komputer mengalami “keletihan”. Pengaruh yang bisa Sahabat rasakan seperti kerja Windows menjadi tidak maksimal dan komputer akan terasa lambat. Untuk itu, perlu dilakukan penyegaran kembali dengan cara menekan tombol F5 yang bertujuan agar Windows dapat me-refresh dirinya.

  9. Alt + Tab

    Tombol pintas Alt + Tab digunakan untuk mengakses fitur Windows Flip. Penekanan tombol ini akan memaksimalkan kinerja Taskbar dengan menampilkan gambar thumbnail jendela aplikasi yang sedang aktif. Dengan demikian, ini akan mempermudah dan mempercepat Sahabat untuk masuk ke dalam jendela aplikasi tersebut.

  10. Windows + Tab

    Tombol Windows + Tab berfungsi sebagai tombol pintas untuk mengakses fasilitas Windows Flip 3D yang jika digunakan akan menampilkan desktop secara 3 Dimensi. Windows 7 akan menampilkan semua jendela aplikasi yang terbuka dalam bentuk tumpukan. Tombol inipun dapat digunakan untuk memindahkan urutan tumpukan jendela aplikasi yang diletakkan paling depan.

  11. Ctrl + Shift + Esc

    Selain tombol shortcut Ctrl + Alt + Del, jendela Windows Task Manager dapat ditampilkan menggunakan tombol Ctrl + Shift + Esc. Dengan program ini Sahabat bisa mengetahui aplikasi yang sedang dijalankan, proses yang sedang berlangsung pada komputer, pelayanan pada komputer, aktivitas memori dan prosesor, jaringan yang terhubung dengan komputer Sahabat, dan nama akun pengguna yang sedang aktif.

  12. Windows + Panah Kanan () + Enter

    Untuk mematikan atau me-shutdown komputer, Sahabat tidak perlu menekan tombol yang ada pada Start Menu. Proses shutdown bisa dipercepat dengan menekan tombol Windows + Panah Kanan () + Enter .

  13. Windows + → + → + R

    Untuk mematikan dan me-restart komputer dengan cepat, gunakan tombol pintas Windows + → + → + R.

  14. Windows + → + → + S

    Tombol pintas untuk mengubah mode Windows ke posisi sleep atau tidur dapat dengan cepat dilakukan menggunakan tombol Windows + → + → + S. Akhiran S pada rangkaian tombol pintas ini Sleep.

  15. Windows + → + → + W

    Tombol ini digunakan untuk menampilkan daftar akun pengguna yang ada pada komputer (Switch User). Dengan munculnya tampilan akun pengguna, Sahabat bisa dengan mudah mengetahui akun pengguna yang sekang aktif maupun tidak.

  16. Windows + L

    Demi alasan keamanan, komputer yang ditinggalkan untuk sementara waktu dapat dikunci sehingga menyulitkan orang lain untuk mengaksesnya. Tombol pintas Windows + L digunakan untuk mengunci komputer Sahabat secara cepat.

  17. Alt + F4

    Tombol shortcut Alt + F4 merupakan tombol default yang sudah ada sejak versi Windows pertama diluncurkan. Fungsinya untuk menutup jendela aplikasi yang sedang aktif di desktop.

  18. Windows + Home

    Apabila Sahabat membuka banyak jendela dalam satu layar, dengan menekan tombol Windows + Home maka semua jendela yang tidak aktif akan menjadi tersembunyi (Minimize). Dan untuk kembali memunculkan semua jendela pada layar, Sahabat cukup menekan tombolnya sekali lagi.

  19. Windows + Angka

    Tombol ini digunakan untuk membuka program yang ada pada bar Quick Launch di taskbar dengan cepat dan mudah. Sesuai urutannya dari kiri ke kanan, Sahabat cukup menekan tombol Windows yang dipadukan dengan tombol angka. Misalnya, untuk meluncurkan program yang terletak pada deretan pertama atau sisi paling kiri, tekanlah tombol Windows + 1 dan begitu pula seterusnya sesuai jumlah ikon program yang ada di taskbar.

  20. Windows + E

    Sahabat dapat dengan mudah dan cepat membuka jendela Windows Explorer dengan menekan tombol Windows + E.

  21. Windows + R

    Kotak dialog Run dapat langsung ditampilkan dengan menekan tombol Windows + R.

  22. Windows + F

    Dengan menggunakan tombol pintas Windows + F ini, Sahabat langsung diarahkan ke jendela search.

  23. Windows + P

    Tombol ini secara umum digunakan untuk para pengguna laptop. Laptop dapat dengan mudah dihubungkan dengan sebuah LCD proyektor sehingga tampilan pada layar bisa diproyeksikan tempat lain.

  24. Windows + Pause

    Untuk mengetahui segala informasi tentang sistem Windows 7, Sahabat bisa mengaksesnya dengan membuka jendela Control Panel > System and Security > System. Agar mempercepat, tekan tombol Windows + Pause.

  25. Ctrl + A

    Menyeleksi atau membloks teks dirasakan sangat mudah lewat metode klik dan drag menggunakan kursor mouse. Kesulitannya, jika Sahabat harus memblok seluruh teks yang ada pada semua halamn dokumen. Untuk mempermudah, tekan tombol Ctrl + A

  26. Windows + +

    Tombol ini digunakan untuk mengaktifkan Magnifier dan fungsi zoom ini. Dengan fungsi zoom ini, Sahabat bisa memperbesar ukuran tampilan pada layar.

  27. Windows + –

    Tombol ini merupakan kebalikan dari tombol Windows + +. Berfungsi untuk zoom out atau memperkecil layar menggunakan aplikasi Magnifier.

  28. Windows + T

    Tombol ini digunakan untuk memutar urutan ikon aplikasi yang aktif pada Taskbar.

Di netbook, Windows 7 perlu diatur agar tidak menyedot daya baterai banyak-banyak. Sekalian juga, bikin Windows 7 jalan lebih lancar dan optimal di layar yang kecil.

 

Biar Windows Tentukan yang Terbaik

Ada sebuah menu yang menampilkan beberapa pilihan untuk mengatur efek visual. Menu yang sudah ada seja Windows XP itu bikin kita tak repot mengatur efek visual satu per satu. Kita tinggal pilih mau bagaimana Windows-nya, nanti Windows akan mengatur efek visualnya.

Untuk netbook, pilihan yang cocok adalah mengatur efek visual agar kinerjanya bisa paling baik. Istilah yang Windows pakai adalah “Adjust for best performance”.

  1. Klik “Start” lalu klik kanan pada “Computer”, lanjutkan dengan klik “Properties”.
  2. Klik “Advanced System Settings”. Di bagian “Performance”, klik “Settings”.
  3. Aktifkan “Adjust for best performance”. Klik “OK”.

 

Klasik Lebih Baik

Tampilan Windows 7 pakai Aero yang butuh hardware kartu grafis kelas berat. Karena netbook pakai kartu grafis kelas enteng, tampilan Windows 7 diubah ke tampilan klasik yang otomatis mematikan tampilan Aero.

  1. Klik kanan di desktop, terus klik “Personalize”.
  2. Pilih “Windows Classic”.
  3. Tunggu sampai perubahan diterapkan.

 

Perkecil Menu Start

Tips ini bukan untuk bikin Windows berjalan lebih cepat – kalau efek sampingnya begitu sih, syukurlah.😀 Tips ini bertujuan agar Windows lebih enak dipandang. Perhatikan deh, taskbar Windows Vista, apalagi Windows XP. Itu karena ikonnya pun gede-gede.

Layar netbook kan kecil-kecil. Kalau ikonnya gede-gede, taskbar-nya gede, habislah tampilan layar monitor. Biar tampilan agak lega, perkecil taskbar-nya.

  1. Klik kanan di taskbar, lalu klik “Properties”.
  2. Beri tanda centang pada “Use Small Icons”.
  3. Ubah “Taskbar buttons” jadi “Combine when taskbar is full”.
  4. Buka tab “Start Menu”. Ubah “Power button action” jadi “Hibernate” atau “Sleep”.
  5. Klik “Customize”. Beri tanda centang pada “Run Command” dan hilangkan tanda centang pada “Use Large Icons”.
  6. Klik “OK” lalu klik “OK” lagi. Kecillah taskbar Windows 7.

 

Matikan Ikon Sistem

Lagi-lagi ada kosmetik yang tidak perlu yang bikin sempit tampilan layar netbook yang sudah pas-pasan. Banyaknya ikon di pojok kanan taskbar bikin taskbar jadi “pendek”. Ikon di pojok yang tidak dibutuhkan bisa dibuang.

  1. Klik “Start > Control Panel”.
  2. Klik “Appearance and Personalizion” lalu klik “Customize Icons on the taskbar”.
  3. Klik “Turn System icons on or off”.
  4. Matikan ikon yang Sahabat tak butuh, misalnya “Clock”, “Volume”, dan “Action Center”.
  5. Klik “OK”.

Merestorasi Data / File Backup

Posted: March 22, 2011 in Windows 7

Sebelumnya pasti Sahabat pasti sudah mengerti bagaimana cara backup data atau backup  sistem di Windows7. Dalam kesempatan kali ini qta akan merestorasi data/sistem windows 7 apabila mengalami kerusakan ataupun terkena virus. Untuk melakukannya ikutilah langkah-langkah sebagai berikut:

[1] Pilih “Start > Control Panel > System & Security > Backup & Restore”.

[2] lalu klik tombol “Restore my files” yang terdapat pada halaman Back up or restore your files.

[3] Kemudian, tekan tombol “Browse for files” atau “ Browse for folder” untuk menentukan file atau folder yang berisi data backup yang akan direstorasi. Sebagai contoh, klik tombol “Browse for folder” untuk merestorasi file backup yang tersimpan dalam folder khusus pada hardisk komputer Sahabat.

[4] Lalu, cari dan pilih folder berisi data backup yang telah Sahabat buat sebelumnya dan tekan tombol “Add folders” jika sudah.

[5] Beralih ke jendela Restore files, tekan tombol “Next” untuk melanjutkan.

[6] Pada jendela selanjutnya, aktifkan tombol radio “In the original location” dan akhiri dengan menekan tombol “Restore”. Tunggulah hingga proses restorasi selesai dilakukan.

[7] Langkah terakhir, tekan tombol “Finish” jika sudah selesai.

Windows 7 mempunyai fasilitas Backup dan Restore untuk keperluan pembuatan cadangan file ataupun data-data penting Sahabat lainnya menjadi sebuah paket file backup dan mengembalikannya seperti semula bilamana file atau data tersebut diperlukan. Hal ini juga berguna apabila sebelumnya komputer terkena virus, sehingga bisa di Restore ulang.

1. Backup Data dengan Mode Wizard

Untuk mem-backup data menggunakan Mode Wizard, ikuti langkah-langkah berikut:

[1] Klik tombol “Start” dan pilih “Control Panel”.

[2] Kemudian, pilih opsi “System and Security” lalu klik opsi “Backup and Restore”.

[3] Setelah itu, klik opsi “Set up backup”.

[4] Pada kotak dialog Set up backup, pilih salah satu drive sebagai lokasi penyimpanan file backup, lalu tekan tombol “Next” sesudahnya.

[5] Kemudian, pilih tombol radio “Let me choose” dah sudahi dengan mengklik tombol “Next”.

[6] Pada kotak dialog yang selanjutnya, beri tanda centang pada kotak cek folder yang berisi file dan ingin Sahabat backup. Klik tombol “Next” untuk melanjutkan.

[7] Kemudian, klik tombol “Save settings and run backup”.

[8] Tunggulah sampai proses backup data selesai. Jika sudah, akhiri dengan menekan tombol “Close”.


2. Backup Data dengan Mode Advanced

Metode backup Advanced dapat digunakan sebagai alternatif untuk mengembalikan kondisi Windows apabila sistem mengalami kerusakan yang cukup parah. Ada dua pilihan yang bisa digunakan, yaitu:

  • Use System image you created earlier to recover your computer.Metode ini menerapkan tipe backup yang disebut system image. System image adalah sebuah personalized backup yang dapat digunakan untuk mengganti semua file yang ada di dalam komputer baik sistem, program, maupun data yang berisi dokumen, gambar, dan lagu.
  • Reinstall Windows (requires Windows installation disk).Pilihan ini berguna untuk menginstal ulang Windows dan mengembalikan sistem ke kondisi awal. Karena semua file dalam komputer Sahabat akan terhapus, sebaiknya lakukan backup file dan data penting Sahabat terlebih dahulu sehingga Sahabat dapat merestorasi file backup tersebut setelah sistem Windows normal kembali.

Untuk memulai menggunakan Advanced Recovery Methods lakukanlah langkah-langkah berikut:

[1] Klik tombol “Start” dan pilih “Control Panel”.

[2] Kemudian, pilih opsi “System and Security” lalu klik opsi “Backup and Restore”.

[3] Setelah itu, klik opsi “Recover system settings or your computer”.


[4] Pilih “Advanced recovery methods”.

[5] Setelah jendela selanjutnya muncul, pilihlah opsi “Use a system image you created earlier to recover your computer”.

[6] Lanjutkan langkah dengan mengklik tombol “Backup Now”.

[7] Pada halaman “Select where you want to save your backup”, tentukan drive atau folder untuk menyimpan file backup tersebut dan akhiri dengan menekan tombol “Next”.

[8] Sesaat setelah halaman “What do you want to backup?” muncul, pilih tombol radio “Let me choose” dan tekan tombol “Next” sesudahnya.

[9] Lalu pilih folder file yang akan di-backup, jika sudah klik tombol “Next”.

[10] Terakhir tekan tombol “Save settings and run backup”.

[11] Tunggulah sampai proses backup selesai. Sahabat bisa menekan tombol “View Details” untuk melihat proses backup lebih jelas.

[12] Jika sudah selesai, tekan tombol “Close”.

[13] Selanjutnya, klik opsi “Restore system setting or your computer”.

[14] Pada jendela yang muncul berikutnya, pilih opsi “Advanced recovery methods”.

[15] Kemudian, pilih opsi “Use a system image you created earlier to recover your computer”.

[16] Lalu, lanjutkan dengan menekan tombol “Skip”.

[17] Terakhir, tekan tombol “Restart” dan proses recovery langsung dijalankan secara otomatis.

Keamanan merupakan masalah vital yang perlu mendapat perhatian penuh terutama bagi pengguna komputer yang terhubung dengan jaringan baik lokal maupun internet. Selain itu, penggunaan media penyimpan eksternal seperti flash disk, harddisk eksternal, kartu memori sering kali menjadi sasaran utama dari serangan serta penyebaran virus. Alangkah baiknya jika data di dalam komputer di backup dan system Windows 7 juga di backup. Hal ini dilakukan untuk tindakan awal. Namun penulis sangat menganjurkan jika sistem keamanan di Windows 7 di aktifkan.

 

1. Pengaturan Sistem Keaman Default di Windows

Untuk melindungi komputer dan sistem, pastikan untuk selalu mengaktifkan pengaturan keamanan default Windows seperti berikut ini:

  • Firewall, berfungsi sebagai pelindung komputer yang mencegah masuknya hackers atau program jahat lainnya yang ingin mengakses sistem komputer.
  • Windows Update, berfungsi sebagai aplikasi Windows yang otomatis memeriksa dan menginstal update untuk komputer dan sistem operasi.
  • Virus protection, berfungsi sebagai aplikasi pengaman dan perlindungan komputer dari serangan virus, worm, dan ancaman keamanan lainnya.
  • Spyware and other malware protection, berfungsi sebagai aplikasi yang mencegah masuknya spyware.

Sedangkan untuk pengaturannya dapat dilakukan dengan mengakses fasilitas Action Center. Untuk masuk klik “Start > Control Panel > System & Security > Action Center”.


2. Menginstal Antivirus Pihak Ketiga

Hampir setiap saat jenis dan varian virus baru dibuat dan dikembangkan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab. Dampak serta akibat yang ditimbulkan pun beragam tergantung karakter virus dan sasaran utama serangannya. Melihat kenyataan ini, Sahabat dituntut untuk menggunakan software antivirus yang handal dan meng-update definisi virusnya (virus definition) secara berkala guna meningkatkan kemampuannya dalam mengidentifikasi dan memusnahkan serangan virus yang berhasil masuk ke komputer.

Meskipun Windows 7 telah menyertakan Defender sebagai software antivirus yang aktif secara default, masih diperlukan software sejenis lainnya yang umumnya diproduksi oleh vendor pihak ketiga. Biasanya, program antivirus yang ditawarkan bersifat free atau gratis dengan dibatasi tenggang waktu penggunaan, dan versi berbayar yang dapat digunakan tanpa batasan waktu tertentu.

Menurut hasil review dari situs yang beralamat URL http://anti-virus-software-review.toptenreviews.com , sepuluh antivirus terbaik tahun 2009 adalah :

[1] Bitdefender Antivirus (www.bitdefender.com)

[2] Kaspersky Antivirus (www.kaspersky.com)

[3] Webroot Antivirus (www.webroot.com)

[4] ESET Nod32 (www.eset.com)

[5] F-Secure Antivirus (www.f-secure.com)

[6] AVG Antivirus (www.avg.com)

[7] McAfee VirusScan (www.mcafee.com)

[8] G Data Antivirus (www.gdatasoftware.com)

[9] Norton Antivirus (www.symantec.com)

[10] Trend Micro (www.trendmicro.com)

Kriteria penilaian dari hasil review tersebut dilihat berdasarkan kemampuan serta fitur masing-masing antivirus, seperti kecepatan scan, kemampuan mengidentifikasi, kemudahan penggunaan, efektivitas, update, kemudahan instalasi, dan dukungan layanan bantuan yang disediakan.

 

3. Pengaturan Hak Pengguna

[1] Klik “Start > Control Panel > User Account and Family Safety > User Accounts”.

[2] Lalu pada jendela User Account, pilih opsi “Change User Account Control settings”.


[3] Kemudian akan muncul jendela User Account Control settings. Geser slider “Notify” pada tingkatan pengaturan yang diinginkan. Untuk lebih jelasnya, berikut penjelasan tentang setiap tingkatan pengaturan.

  • Always notify, tingkat keamanan tertinggi yang berarti mengisyaratkan sistem Windows guna menampilkan pesan peringatan berupa verifikasi keamanan untuk setiapaktivitas yang Sahabat lakukan, seperti menginstal software, mengakses fasilitas Control Panel, melakukan pengaturan Windows, dan sebagainya.
  • Default, sistem Windows akan menampilkan pesan peringatan yang berkaitan dengan adanya aktivitas program atau aplikasi yang mencoba membuat perubahan pada sistem komputer. Sebaliknya, pesan tidak akan muncul apabila aktivitas hanya berpengaruh terhadap pengaturan Windows seperti mengubah wallpaper, tema, gadget, dan pengaturan lainnya yang berhubungan dengan interface serta konfigurasi Windows.
  • Notify me only when programs try to make changes to my computer, Windows hanya akan menampilkan pesan peringatan apabila ada program yang mencoba mengubah komputer Sahabat.
  • Never notify, Windows tidak akan pernah menampilkan pesan peringatan untuk setiap aktivitas yang terjadi. Saran penulis, sebaiknya Sahabat tidak memilih opsi pengaturan ini. Namun jika komputer dipakai sendiri dan tidak terkoneksi jaringan lokal atau internet tidak apa-apa, bagi sebagian orang aplikasi ini cukup mengganggu karena akan muncul di setiap melakukan kegiatan pada komputer seperti membuka program.

[4] Jika sudah klik tombol “OK”.

Pada sebuah komputer terdapat dua tipe memori yakni Random Access Memory (RAM) dan Virtual Memory. Setiap program pada komputer menggunakan RAM. Tetapi saat RAM tidak cukup untuk beberapa program yang sedang dijalankan., maka Windows akan memindahkan informasi yang seharusnya disimpan pada RAM ke file hardisk. File penyimpanan sementara ini disebut Paging File atau yang biasa disebut juga sebagai Virtual Memory. Dengan memindahkan informasi ke dalam Paging File ini, maka RAM menjadi lebih kuat untuk digunakan menjalankan program dengan baik.

Jika RAM dan Virtual Memory sama-sama lemah, maka akan muncul keadaan Low Memory. Keadaan Low Memory ini dipicu oleh beberapa program yang dijalankan secara bersamaan atau ketika sebuah program melepaskan memori yang tidak dibutuhkannya lagi (Memory Overuse atau Memory Leak). Berdasarkan gambaran kondisi ini menunjukan Sahabat perlu melakukan langkah-langkah optimalisasi Virtual memory.

1. Menambah Ukuran Virtual Memory atau Paging File

Keadaan Low Memory ditandai dengan munculnya peringatan Low Memory dari Windows atau tampilan menu-menu yang tidak memberikan respon ketika Sahabat memilih menu tersebut. Menu-menu tersebut terkadang menghilang sehingga muncul area kosong berwarna putih.

Dalam keadaan ini Windows secara otomatis akan meningkatkan ukuran Virtual Memory. Namun Sahabat pun bisa menambah ukuran Virtual Memory sendiri sesuai dengan kebutuhan. Caranya sebagai berikut:

[1] Masuklah terlebih dahulu ke “Control Panel > System and Security > System”.

[2] Pada jendela System yang muncul, pilihlah opsi “Advanced System Settings” yang terdapat disisi kiri jendela.

[3] Lanjutkan dengan memilih tombol “Settings” di bagian “Performance” pada kotak dialog System Properties yang muncul.

[4] Pada kotak dialog Performance Options yang muncul, bukalah tab “Advanced”. Kemudian klik tombol “Change” di bagian “Virtual Memory”.

[5] Lantas lakukanlah pengaturan berikut ini pada kotak dialog Virtual Memory yang muncul:

  • Nonaktifkan opsi “Automatically Manage Paging File Size for All Drives” sehingga tidak tercentang.
  • Pada bagian “Drive (Volume Label)”, pilihlah salah satu Drive yang ukuran Paging File-nya hendak ditingkatkan.
  • Pilih opsi “Custom Size”.
  • Di kolom “Initial size” atau “Maximum Size” isikan nilai yang menunjukan ukuran baru Paging File.

[6] Sesudah itu pilihlah tombol “Set” dan lanjutkan dengan memilih tombol “OK”.


Komputer membaca informasi pada RAM lebih cepat daripada di Paging File yang terdapat di dalam harddisk. Karena itu hindari menambah ukuran Virtual Memory secara berlebihan sebab hal ini bisa memperlambat kerja sebuah program.

Proses penambahan ukuran Paging File biasanya tidak diperlukan proses Restart. Tetapi jika Sahabat ingin menurunkan ukuran Paging File, maka perlu dilakukan Restart pada komputer. Selain itu, sebaiknya Sahabat tidak menonaktifkan Paging File ini ataupun menghapusnya.

2. Mencermati Program yang Menggunakan Memory Berlebihan atau Overuses Memory

Selain dengan meningkatkan ukuran Virtual Memory atau Paging File, Memory Low juga bisa hentikan dengan mencermati program yang mengalami Memory Overuse atau Memory Leak. Nantinya jika Sahabat menemukan program yang mengalami Memory Overuse atau Memory Leak, maka Sahabat bisa segera menutup program tersebut sehingga keadaan Memory Low bisa dihentikan.

Untuk melihat program yang menggunakan memori paling banyak, ikutilah langkah singkat di bawah ini:

[1] Munculkan jendela Task Manager dengan menekan tombol “CTRL + Shift + Esc”. Atau klik tombol kanan mouse pada area Taskbar yang kosong dan pilihlah opsi “Start Task Manager”.

[2] Kemudian bukalah tab “Process” pada jendela Task Manager yang muncul. Lantas klik “Memory (Private Working Set)” agar nama-nama program diurutkan mulai dari program yang menggunakan memori terbesar.

Sementara itu untuk memperbaiki kondisi Overuses Memory pada sebuah program, maka cobalah untuk mencari Update program tersebut atau hubungi penyedia software untuk mencari informasi lebih lanjut.